Ponari bocah satu milyar beritanya sering muncul di TV, di posting ini saya tidak akan membahas sisi mistiknya, tapi saya akan membahas fenomena ini dari sisi pencerahannya.
Jumlah orang yang berobat ke Ponari ribuan bahkan ada yang meninggal karena berdesak-desakkan saat antri, terus apa hubungannya dengan sisi pencerahan?, tapi pencerahan ini khusus pemerintah, semoga saja ada pejabat pemerintahan yang membaca posting saya ini, sebenarnya fenomena Ponari ini menjadi tamparan buat pemerintah di dunia kesehatan, bang iwan fals sebenarnya sudah mengingatkan pemerintah di sisi kesehatan dengan membuat lagu yang berjudul "ambulan zig zag", tapi pemerintah belum sadar juga tentang diskriminasi dan mahalnya biaya kesehatan di rumah sakit, banyaknya pasien yang berobat ke ponari merupakan gambaran bahwa banyaknya masyarakat yang tidak mampu dan tidak percaya dengan kinerja rumah sakit, harusnya pemerintah instropeksi dengan fenomena ini, dengan mengevaluasi birokrasi yang ada di rumah sakit baik yang negeri ataupun swasta.
Saya sendiri punya pengalaman pahit dengan birokrasi dan prosedur yang ada di rumah sakit, saya harus kehilangan nyawa seorang teman korban kecelakaan, gara-gara harus menunggu orang yang bertanggung jawab kalau teman saya itu di tangani secara medis, akhirnya harus menunggu kerabatnya datang, tapi na'as nyawa teman saya tidak tertolong lagi karena jarak rumah dengan rumah sakit sangat jauh jadi harus menunggu berjam-jam, hanya untuk menunggu siapa yang bertanggung jawab, dan ternyata pengalaman ini bukan saya saja yang mengalami, mungkin pembaca juga pernah mengalami hal serupa.
Semoga dengan tamparan keras fenomena Ponari ini, pemerintah sadar dan segera mereformasi bidang kesehatan, kalau pemerintah tidak peka juga, berarti pemerintah ini benar-benar kehilangan kesadaran, kata yang lebih tepat mungkin pemerintah sudah GENDENG.
Tampilkan postingan dengan label fakta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fakta. Tampilkan semua postingan
23 Juni 2009
Perpisahan Pasti Terjadi
Judul posting ini bukan berarti salam perpisahan dari saya, atau ini terakhir kalinya saya menulis, tapi itu adalah salah satu kata yang paling saya benci.
Suka tidak suka, perpisahan pasti di alami oleh setiap manusia, walaupun kita tidak ingin mengalaminya, tapi tetap saja siklus ini akan kita lewati, baik meninggalkan atau di tinggalkan, kebetulan hari ini saya kehilangan rekan kerja saya yang sangat baik, sedih rasanya biasanya bisa bercanda bersama, walau kadang saling ejek, tapi bagaimana pun tetap saja ada rasa kehilangan.
Tapi tenang aja, karena semua kejadian di dunia ini merupakan alur yang sudah di goreskan dalam kehidupan tiap insan, jadi kita tidak perlu merasa sangat sedih, he..he..
Pesan saya hanya sayangi apa yang sekarang sedang ada di sekitar anda sebelum sesuatu itu meninggalkan anda, khususnya orang tua dan umumnya saudara, sahabat dan orang lain di sekitar anda, kenapa hanya orang tua yang saya khususkan? orang tua kita adalah yang paling berjasa dalam kehidupan kita, semua yang kita dapat sekarang karena orang tua kita, bagi yang masih memiliki kedua orang tua jangan sekali-kali menyakiti hati mereka, karena sebesar apapun kebaikan kita kepada orang tua tidak akan dapat membayar semua jasa yang dilakukan orang tua kepada kita semua, Ingat penyesalan tiada gunanya, jangan sia-siakan waktu dengan menunda-nunda untuk membahagiakan orang tua.
Sekiranya itu saja yang bisa saya tulis di sini, salam hangat dari Debu Kehidupan, semoga bermanfaat
Suka tidak suka, perpisahan pasti di alami oleh setiap manusia, walaupun kita tidak ingin mengalaminya, tapi tetap saja siklus ini akan kita lewati, baik meninggalkan atau di tinggalkan, kebetulan hari ini saya kehilangan rekan kerja saya yang sangat baik, sedih rasanya biasanya bisa bercanda bersama, walau kadang saling ejek, tapi bagaimana pun tetap saja ada rasa kehilangan.
Tapi tenang aja, karena semua kejadian di dunia ini merupakan alur yang sudah di goreskan dalam kehidupan tiap insan, jadi kita tidak perlu merasa sangat sedih, he..he..
Pesan saya hanya sayangi apa yang sekarang sedang ada di sekitar anda sebelum sesuatu itu meninggalkan anda, khususnya orang tua dan umumnya saudara, sahabat dan orang lain di sekitar anda, kenapa hanya orang tua yang saya khususkan? orang tua kita adalah yang paling berjasa dalam kehidupan kita, semua yang kita dapat sekarang karena orang tua kita, bagi yang masih memiliki kedua orang tua jangan sekali-kali menyakiti hati mereka, karena sebesar apapun kebaikan kita kepada orang tua tidak akan dapat membayar semua jasa yang dilakukan orang tua kepada kita semua, Ingat penyesalan tiada gunanya, jangan sia-siakan waktu dengan menunda-nunda untuk membahagiakan orang tua.
Sekiranya itu saja yang bisa saya tulis di sini, salam hangat dari Debu Kehidupan, semoga bermanfaat
Keadilan
Salam sejahtera para pembaca setia, setelah sempat berhenti menulis beberapa waktu lalu, karena sedikit urusan yang cukup merepotkan, akhirnya saya bisa menulis kembali disini.
Untuk memulai saya akan membahas pandangan mengenai kata "keadilan", mungkin selama ini kata adil ini menjadi sesuatu yang sulit di pecahkan, adil menurut siapa? adil untuk siapa? dan adil karena apa?
Dari curhat beberapa teman, baik yang menjadi pemimpin sampai teman yang berpoligami, banyak sekali kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi untuk supaya bisa adil, disini kita akan bersama menguraikan apa sebenarnya adil itu.
Merujuk pada beberapa kesimpulan, akhirnya saya mendapatkan 2 kesimpulan mengenai keadilan ini.Yang pertama adil itu berarti sama rata sama rasa, contohnya ada 10 orang yang bekerja bersama memanen padi di sawah dan dari hasil memanen itu adalah 100 ton kemudian di bagi masing-masing per orang 10 ton, ini yang pertama di anggap adil oleh kebanyakan masyarakat kita, memang benar ini adil tapi andai ceritanya di undur kebelakang, pada saat menanam padi tersebut hanya 5 dari 10 orang yang ikut menanam, apakah pembagian 10 ton per orang itu masih di anggap adil, sebenarnya untuk memutuskan adil atau tidak memang harus di lihat dari berbagai sisi, baik sisi awal ataupun ujungnya. Yang kedua ini keadilan yang saya anggap ideal yaitu keadilan proposional, artinya sesuatu dibagi menurut posisi dan kondisi masing-masing, dalam contoh di atas menurut saya jika 5 orang yang ikut menanam dan memanen padi di beri 12 ton sedang 5 orang yang hanya ikut memanen mendapat 8 ton ini baru keadilan, tapi ini pendapat saya loh ya, kalau menurut anda salah saya mohon maaf.
Kaitan keadilan ini dengan pemilu yang terjadi di Negara Indonesia tercinta ini adalah di Negeri tercinta ini setiap warga yang mempunyai hak pilih mendapat 1 suara, tanpa peduli latar belakang para pemilih tersebut, dengan kata lain seorang profesor yang sangat cerdas dan seorang tukang becak yang buta huruf mempunyai hak yang sama yaitu 1 suara, bukan bermaksud diskriminasi tapi apakah ini adil menurut anda?
Sekian dulu tulisan saya untuk saat ini, semoga kita semua menjadi insan yang bisa berbuat adil
Untuk memulai saya akan membahas pandangan mengenai kata "keadilan", mungkin selama ini kata adil ini menjadi sesuatu yang sulit di pecahkan, adil menurut siapa? adil untuk siapa? dan adil karena apa?
Dari curhat beberapa teman, baik yang menjadi pemimpin sampai teman yang berpoligami, banyak sekali kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi untuk supaya bisa adil, disini kita akan bersama menguraikan apa sebenarnya adil itu.
Merujuk pada beberapa kesimpulan, akhirnya saya mendapatkan 2 kesimpulan mengenai keadilan ini.Yang pertama adil itu berarti sama rata sama rasa, contohnya ada 10 orang yang bekerja bersama memanen padi di sawah dan dari hasil memanen itu adalah 100 ton kemudian di bagi masing-masing per orang 10 ton, ini yang pertama di anggap adil oleh kebanyakan masyarakat kita, memang benar ini adil tapi andai ceritanya di undur kebelakang, pada saat menanam padi tersebut hanya 5 dari 10 orang yang ikut menanam, apakah pembagian 10 ton per orang itu masih di anggap adil, sebenarnya untuk memutuskan adil atau tidak memang harus di lihat dari berbagai sisi, baik sisi awal ataupun ujungnya. Yang kedua ini keadilan yang saya anggap ideal yaitu keadilan proposional, artinya sesuatu dibagi menurut posisi dan kondisi masing-masing, dalam contoh di atas menurut saya jika 5 orang yang ikut menanam dan memanen padi di beri 12 ton sedang 5 orang yang hanya ikut memanen mendapat 8 ton ini baru keadilan, tapi ini pendapat saya loh ya, kalau menurut anda salah saya mohon maaf.
Kaitan keadilan ini dengan pemilu yang terjadi di Negara Indonesia tercinta ini adalah di Negeri tercinta ini setiap warga yang mempunyai hak pilih mendapat 1 suara, tanpa peduli latar belakang para pemilih tersebut, dengan kata lain seorang profesor yang sangat cerdas dan seorang tukang becak yang buta huruf mempunyai hak yang sama yaitu 1 suara, bukan bermaksud diskriminasi tapi apakah ini adil menurut anda?
Sekian dulu tulisan saya untuk saat ini, semoga kita semua menjadi insan yang bisa berbuat adil
Langganan:
Postingan (Atom)